Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 November 2014

usaha penyet ala lamongan

penyet lamongan adalah usaha yang kebanyakan berupa warung tenda kaki lima dengan menu beberapa macam seperti lele penyet, tahu penyet, tempe penyet, ayam penyet, burung dara penyet, bebek penyet dan lainnya. ciri kuat dari usaha ini adalah pada sambalnya!
sambal penyet setiap warung penyet berbeda. beberapa hanya mengandalkan kepedasannya saja. selera orang berbeda-beda, jika hanya mengandalkan kepedasannya saja, setiap orang bisa membuatnya. banyak ragam resep sambal penyet yang bisa anda dapatkan diinternet. kepedasan sambal harus disesuaikan dengan selera kebanyakan orang diwilayah dimana warung penyet dijajakan.
kini bukan hanya orang asli lamongan saja yang dapat menjual warung penyetan ini. seperti halnya warteg yang tidak semua orang tegal yang berjualan atau warung makan padang bukan semua orang padang. namun yang pasti, warung makan lamongan asli mempunyai ciri khusus.
baik, sekarang kita coba hitung berapa penghasilan yang bisa didapatkan dari usaha warung penyet ini. usaha lamongan ini sebenarnya sama saja dengan usaha warung makan lainnya. rata-rata, keuntungan warung makan berkisar antara 30-50% dari omset. bahkan ada beberapa warung yang meraup keuntungan 50-100%. namun untuk usaha lamongan ini, kita ambil rata-rata keuntungan 30%.
jika dalam sehari omset warung rata-rata sekitar 600.000 (warung kecil) dengan keuntungan 30%, maka keuntungan dalam sebulan sekitar 5.400.000. keuntungan sangat lumayan untuk sebuah warung penyet disebuah desa. 

usaha sembako

beberapa kali saya mengunjungi beberapa orang yang mempunyai usaha sembako. terlihat sepele, namun usaha jenis ini adalah usaha yang paling dapat bertahan oleh keadaaan. contoh saja jika ada kenaikan harga barang karena naiknya BBM misalnya, sembako tetap saja diburu, karena ini merupakan kebutuhan primer. ya! menggeluti usaha dibidang ini tak ada matinya karena setiaap orang membutuhkannya, tidak seperti bisnis barang elektronik maupun otomotif yang rentan dan sasaranya orang tertentu.
oke, mari kita lihat bagaimana orang yang saya temui memulai usahanya. yaps, usaha sembako ternyata begitu gampang, yang penting anda tekun. hal yang paling mendasar adalah mengenai daya saing harga. harga adalah penentu utama dari bisnis ini. selisih 100 perak saja, barang dagangan anda akan diburu orang sekitar.
hal kedua adalah ragam barang dagangan. walaupun harga barang yang dijajakan murah, namun jika orang mencari barang tertentu dan tidak mendapatkannya disebuah warung, maka orang akan beralih ketempat lain walaupun harganya diatas normal. ya! setiap orang ingin apa yang dibei murah dan mudah didapatkan.
beberapa strategi banyak digunakan untuk menggaet pembeli. kedua faktor diatas (harga dan ragam barang) dapat dipercantik dengan strategi yang dapat menguntungkan. beberapa orang, menggunakan cara: untuk barang yang banyak dicari seperti beras, telur, minyak curah, harga bisa diminimaliskan namun tidak menjadi rugi. artinya, untuk barang tersebut, keuntungan dimepetkan, misalnya biasanya pedagang lain mengambil keuntungan 300 rupiah, anda bisa mengambil keuntungan hanya 200 rupiah saja. lebih baik mengambil untung sedikit namun penjualan banyak daripada untung banyak penjualan sedikit.
beberapa pemilik warung sembako menyatakan, barang yag sering laku selain ketiga barang diatas adalah rokok. salah satu pemilik warung bahkan memperoleh omset rokok 50% dari total omset warungnya. walaupun tidak semua warung memperoleh omset demikian.
rata-rata, keuntungan warung sembako adalah 5-10%. jika dalam sehari, warung kecil beromset 2 juta perhari dengan keuntungan rata-rata 7% maka dalam sebulan keuntungan warung sekiar 4.200.000. lumayan kan?
yang perlu dilakukan bagi yang ingin membuka warung sembako adalah mencari grosiran dengan harga bersaing serta memperbanyak ragam barang dagangan walaupun jumlahnya sedikit. dan hal yang disarankan adalah, gunakan 10-30% dari keuntungan warung untuk memperbanyak ragam barang/memperbesar usaha. selamat menjalankan bisnis usaha sembako!

peluang usaha snack

Beberapa waktu yang lalu, sayah berkunjung ke tempat usaha seseorang yang mempunyai usaha penjualan makanan snack anak-anak dan minuman serbuk. Jenis snack seperti sosis, taro, chiki-chiki dll serta minuman serbuk seperti cola-cola, jas-jus, marimas dsb.
Usaha ini terletak disebuah pasar desa didaerah brebes. Usaha ini satu-satunya usaha snack yang ada didaerah tersebut. Stok barang sangat banyak dan beragam. Karena disebut pasar pagi, usaha tersebut buka mengikuti jam pasar yaitu jam 05.00-08.30. ya! Hanya sekitar 3-4 jam saja!
Bermodal sebuah lapak yang disewanya dengan tarikan iuran perhari sekitar rp.1000. Namun omsetnya sangat menjanjikan untuk sebuah usaha dikalangan pedesaan. Omsetnya dalam sehari sekitar 900.000-1.500.000 dengan keuntungan minimal 10 % dari omset. Para pelanggannya ialah para warung-warung dan toko-toko sembako didaerah sekitar. Ada sekitar 4-5 desa yang kulakan tempat milik bu ani ini.
Setiap hari, ia kulakan sekitar 1.200.000-1.500.000 dipasar induk didaerah kabupaten tegal. Sungguh perputaran uang yang sangat cepat dan begitu banyak. Jika grosiran kecil seperti ini saja dengan omset segitu, bagaimana kalau grosir besar yang menjadi kulakannya. Bias dibayangkan, kuntungan usaha yang menurut kita remeh ini namun sangan menjanjikan.
Kita hitung saja pemasukan rata-rata omset perhari sekitar 1.200.000 dengan keuntungan 10%, maka keuntungan bersih sekitar 120.000/hari atau sekitar 3.600.000/bulan! Mengalahkan gaji seorang PNS golongan IIIa ! hehehe. Eits, tunggu dulu, ini hanya bekerja selama 3-4 jam saja untuk berjualan! Taruhlah ditambah untuk kulakan setiap kulakan memerlukan waktu sekitar 1 jam berarti untuk usaha ini hanya memerlukan waktu sekitar 4-5 jam! Bandingkan dengan pekerjaan anda sekarang? Minimal 8 jam sehari belum ditambah lembur! *curhat* hahahaha….
Yups, masihkah ragu untuk memulai usaha baru? Action…action…action! Cerita ini real ada bukan rekayasa atau hanya perkiraan-perkiraan saja seperti pada artikel-artikel semacam peluang usaha yang lain ituh. Yaks…bersambung di lain kesempatan